Ahhashasdagtdas Oleh Rafif Abbas Pradana Malam itu begitu sunyi sampai-sampai mataku terlelap tidur. Terlelapnya aku sampai-sampai aku mendengar teriakan “ahhashasdagtdas” dalam ingatanku, begitu sakit. Ada makhluk hitam di depan mataku. Aku ketakutan, badanku tidak bisa bergerak. Suara itu semakin menjadi-jadi, kepalaku pusing. Akhirnya aku terbangun dari tidurku. Aku merasa takut jika suara itu hadir kembali. Mataku lelah dan mengantuk, aku pun terlelap tidur. Sialnya, suara itu datang lebih keras dari sebelumnya, disertai tangisan tanpa tahu asalnya dari mana. Makhluk hitam itu muncul kembali di mataku, namun bedanya dengan mata merah terang, seakan-akan ingin menggigitku. Aku menggegas bangun, beberapa kali aku terjebak dalam mimpi. Akhirnya aku terbangun. Dadaku berdebar-debar, tidak tahu bagaimana aku terjebak dalam ketakutan ini. Semakin malam, semakin sunyi. Tanganku bergetar disertai detak jantungku dan paru-paruku yang terlalu cepat memompa darah ke arteri-arter...
Menulis sepanjang Hayat