Indahnya awan-awan sore, di Bukit Waruwangi, Kabupaten Serang. Saya membayangkan awan-awan itu seperti permen yang manis. Semanis anak-anak yang sedang berlarian bersama keluarganya. Begitu sibuk sekali pengunjung menikmati sore itu, ada yang membawa tenda, ada yang menyewa tikar untuk menikmati sensasi matahari terbenam. Hati saya begitu sejuk dengan itu semua, seakan-akan saya ikut bahagia ke dalam keseruan itu. Apalagi awan-awan selalu menggoda mata saya untuk melihat salah satu ciptaan Tuhan. Meskipun hidup saya terasa lelah dengan semua informasi yang saya lihat di hp, khususnya ketika melihat berita konflik Timur Tengah, penutupan Selat Hormuz oleh Iran, yang akan berdampak terhadap Indonesia. Karena Indonesia masih bergantung pada minyak dari Timur Tengah, dan jalur distribusi menjadi terhambat. Semua pusat seakan sedang pusing tujuh keliling. Saya takut jika ini semua mempengaruhi kehidupan saya selama perkuliahan. Namun saya selalu terngiang-ngiang oleh salah satu ayat d...
Menulis sepanjang Hayat