Perayaan hari lahir Belistra yang ke-19, tepat di hari Senin 27 April. Sudah sembilan belas tahun UKM Bengkel Menulis dan Sastra berdiri hidup di permukaan bumi. Saya merupakan bagian dari UKM Belistra FKIP Untirta, merasa senang sudah bersamanya. Sudah dua tahun saya menjadi “montir” di bengkel ini. Bengkel ini sudah melewati beberapa zaman, dari zaman ke zaman yang berbeda. Salah satu yang berkesan ketika UKM Belistra mempunyai sekretariat di bawah tangga. Namun saya merenungkan awal nama UKM ini, yakni bengkel. Sebuah kata yang menggambarkan montir-montir yang sedang bekerja membenahi sesuatu yang rusak, atau membuat suatu produk yang inovatif. Kata bengkel ini merujuk kepada bagaimana kerja itu berlangsung semestinya, membenarkan listrik yang kadang korslet, memastikan setiap kabel menyala dengan baik. Ruangannya dipenuhi alat-alat pekerjaan, berbagai macam modul-modul di meja kerja. Ada pula bengkel traktor yang sehari-harinya membenahi mesin yang rusak dan sedang ber...
Kata demokrasi sudah tidak lagi menjadi representasi kebebasan atas pendapat. Kata ini seringkali menjadi payung hukum berbagai macam pendapat dari penjuru negeri. Saya sendiri bingung dengan situasi seperti ini. Apalagi melihat arti demokrasi dalam KBBI yang punya arti sistem pemerintahan rakyat. Lagi-lagi kata rakyat disebutkan di dalam intisari demokrasi. Namun ada apa dengan kata rakyat di dalam KBBI ini? Apakah sudah sesuai dengan kenyataan? Atau hanya paradoks yang dibuat sebagai kiasan semata? Dari kegelisahan ini, saya pun merasa perlu menelisik lebih dalam lagi apa sebetulnya demokrasi di bawah rezim ini. Dan mengapa adanya demokrasi di atas rezim? Bukankah rakyat sebagai tuan atas budak-budak yang sedang menjabat di dalam pemerintah. Jika demikian, maka kritik yang dikeluarkan oleh rakyat itu cukup wajar jika diposisikan rakyat sebagai tuannya. Karena rumahnya sedang tidak baik-baik saja. Namun dalam kenyataannya, pembantu justru seringkali tampil sebagai juru selamat atas ga...