Yang Dianggap Tidak Sah Rafif Abbas Pradana Kalau hidupmu berantakan Harap dirapikan dulu Sebelum diajukan Begitulah kutipan puisi karya Nisa Nf berjudul “Kenapa Kampusku Begini” yang dibacakan di saat demo 03 Februari 2026. Kutipan itu menggambarkan kehidupan mahasiswa yang terus bersuara soal hak-hak mahasiswa yang diganggu oleh pihak rektorat, namun mahasiswa sendiri belum membenahi dirinya sendiri. Jika hal terkecil saja belum selesai, pantaskah ia bersuara pembenaran? Dalam hal ini, cukup memilukan gambaran yang disampaikan kutipan tersebut. Aku lirik seolah menyuruh kita merapikan lebih dahulu kamar-kamar kita yang berantakan. Buku-buku tidak berjejer. Uang-uang ke mana-mana. Ada pula barang yang hilang karena terselip barang lainnya. Jika kamar saja belum beres, bagaimana mau membuat sesuatu yang lebih besar. Namun tunggu, apakah harus menunggu rapi dulu baru boleh mengatakan pembenaran, contohnya soal kebijakan UKT itu? Saya berpikir, untuk mengajukan gu...
CCTV Bohongan RW 18 Perumahan Sawit Raya Semesta mengalami kejadian yang ganjil dan baru pertama kali dirasakan. Sebelumnya belum pernah terjadi kemalingan motor. Salah satu warga yang kehilangan motor bernama Pak Salim. Motor itu baru saja ia beli sebulan lalu dengan cara kredit. Motor Honda keluaran baru yang bahkan belum lama ia nikmati sudah keburu dicuri maling. Padahal Pak Salim membelinya dari uang gajinya selama lima tahun. Ia rela tidak menyisihkan uang bulanan untuk keperluan lain, hanya demi memiliki motor itu. Padahal perumahan itu banyak CCTV dan poster-poster untuk menakut-nakuti maling. Hal itulah yang terus menjadi pertanyaan di benak Pak Salim. Ia pun berniat melaporkan kejadian ini kepada Pak RW, barangkali bisa membantu melihat siapa yang telah mencuri motornya. Dengan tergesa-gesa, Pak Salim pergi ke rumah Pak RW. Dengan penuh panik dan menahan air mata, ia mengetuk pintu. “Assalamualaikum, Pak RW,” katanya. Namun tidak ada jawaban. Ia mengulanginya be...