Overthinking sudah menjadi kawan saya dalam kehidupan saya. Banyak kenangan menemani saya menjadi manusia yang sering kali berpesta meriah di dalam benak saya. Pesta ini sering kali para pesertanya meminum alkohol sambil mendengarkan musik rock dengan gerakan rusuh. Pada akhirnya pesta itu tidak terkendali, malah diri saya yang semakin cemas saking banyaknya yang mabuk, para sel-sel di dalam kepala saya. Jadi ketika mabuk sel-sel itu, saya jadi tidak bisa memikirkan kejernihan dalam berpikir. Saya malah berhalusinasi seakan-akan semua akan hancur, semua yang saya lakukan itu sia-sia. Begitulah mengapa saya sayang dengan overthinking, karena saya tidak mau dia mengadakan pesta itu dengan sembarang. Butuh perhatian penuh agar tidak terjadi titik jenuh dalam diri overthinking. Lelah juga saya menggambarkan overthinking ini. Mulai dari majas personifikasi seolah-olah mabuk yang tidak bisa dikendalikan, entah dia minum bir atau anggur merah yang sering kali diminum mahasiswa s...
Sore hari menjelang pembuka puasa. Di Tugu Bacang, 26 Februari 2026. Unit Kegiatan Mahasiswa Bengkel Menulis dan Sastra atau UKM Belistra mengadakan kegiatan diskusi koran untuk pertama dalam kepengurusan 2026. Walau sudah setahun saya mengurus, saya melihat diskusi koran tidak berubah dari metodenya, sampai korannya masih setia dengan Banten Pos. Yang selalu menemani diskusi koran. Terlebih pemantik Yani yang menguliti setiap informasi yang dibaca oleh peserta. Pembahasan dimulai dengan resah. Saya pun tahu semua peserta resah menahan lapar malah disuruh mikir, untungnya tidak kecelakaan karena jalan pikir yang mulai rusak akibat goyangan perut yang terus berguncang-guncang, sama halnya jalan di Pandeglang. Jalan Pandeglang seringkali diumpat oleh warga Banten sendiri sebagai jalan yang jelek, berlubang, rusak. Sampai-sampai digugat oleh warganya sendiri yang berjumlah 100 miliar. Luar biasa itu jumlahnya jika disalurkan ke Belistra. Belistra bisa membuat sayembara menulis menurut-nu...