Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2026

Sebuah Puisi Bernarasi

  Jika kalian mendengar nenek bercerita panjang lebar tentang pengalamannya, pasti kalian sudah tidak asing lagi dengan cerita yang disampaikan secara runtut. Begitu pula dengan puisi yang suka bercerita. Puisi seperti ini tidak terlalu mengandalkan simbol-simbol yang terpecah-pecah jika dibaca secara harfiah. Justru puisi bernarasi menghadirkan cerita yang saling menyambung dari bait ke bait atau dari baris ke baris. Jika puisi ini disamakan dengan cerita nenek, kita akan teringat ketika ayah atau ibu mendongeng sebelum tidur. Seluruh cerita yang disampaikan tidak perlu ditafsirkan terlalu jauh karena sudah dituntun oleh penutur yang menjelaskan peristiwa melalui narasi. Hal yang sama juga terjadi pada puisi bernarasi yang umumnya tidak membuat pembaca bersusah payah memahami isi puisinya. Ciri utama puisi naratif memang terletak pada kisah, tokoh, dan alur yang dibangun penyair. Untuk memahami puisi bernarasi, kita bisa melihat puisi berjudul Tak Sampai Sepuluh Ribu karya Hayatun...