Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2026

Seharusnya Overrekening, Bukan Overthinking

  Overthinking sudah menjadi kawan saya dalam kehidupan saya. Banyak kenangan menemani saya menjadi manusia yang sering kali berpesta meriah di dalam benak saya. Pesta ini sering kali para pesertanya meminum alkohol sambil mendengarkan musik rock dengan gerakan rusuh. Pada akhirnya pesta itu tidak terkendali, malah diri saya yang semakin cemas saking banyaknya yang mabuk, para sel-sel di dalam kepala saya. Jadi ketika mabuk sel-sel itu, saya jadi tidak bisa memikirkan kejernihan dalam berpikir. Saya malah berhalusinasi seakan-akan semua akan hancur, semua yang saya lakukan itu sia-sia. Begitulah mengapa saya sayang dengan overthinking, karena saya tidak mau dia mengadakan pesta itu dengan sembarang. Butuh perhatian penuh agar tidak terjadi titik jenuh dalam diri overthinking. Lelah juga saya menggambarkan overthinking ini. Mulai dari majas personifikasi seolah-olah mabuk yang tidak bisa dikendalikan, entah dia minum bir atau anggur merah yang sering kali diminum mahasiswa s...

Setengah Jadi

Sore hari menjelang pembuka puasa. Di Tugu Bacang, 26 Februari 2026. Unit Kegiatan Mahasiswa Bengkel Menulis dan Sastra atau UKM Belistra mengadakan kegiatan diskusi koran untuk pertama dalam kepengurusan 2026. Walau sudah setahun saya mengurus, saya melihat diskusi koran tidak berubah dari metodenya, sampai korannya masih setia dengan Banten Pos. Yang selalu menemani diskusi koran. Terlebih pemantik Yani yang menguliti setiap informasi yang dibaca oleh peserta. Pembahasan dimulai dengan resah. Saya pun tahu semua peserta resah menahan lapar malah disuruh mikir, untungnya tidak kecelakaan karena jalan pikir yang mulai rusak akibat goyangan perut yang terus berguncang-guncang, sama halnya jalan di Pandeglang. Jalan Pandeglang seringkali diumpat oleh warga Banten sendiri sebagai jalan yang jelek, berlubang, rusak. Sampai-sampai digugat oleh warganya sendiri yang berjumlah 100 miliar. Luar biasa itu jumlahnya jika disalurkan ke Belistra. Belistra bisa membuat sayembara menulis menurut-nu...

Yang Dianggap Tidak Sah

  Yang Dianggap Tidak Sah Rafif Abbas Pradana   Kalau hidupmu berantakan Harap dirapikan dulu Sebelum diajukan Begitulah kutipan puisi karya Nisa Nf berjudul “Kenapa Kampusku Begini” yang dibacakan di saat demo 03 Februari 2026. Kutipan itu menggambarkan kehidupan mahasiswa yang terus bersuara soal hak-hak mahasiswa yang diganggu oleh pihak rektorat, namun mahasiswa sendiri belum membenahi dirinya sendiri. Jika hal terkecil saja belum selesai, pantaskah ia bersuara pembenaran? Dalam hal ini, cukup memilukan gambaran yang disampaikan kutipan tersebut. Aku lirik seolah menyuruh kita merapikan lebih dahulu kamar-kamar kita yang berantakan. Buku-buku tidak berjejer. Uang-uang ke mana-mana. Ada pula barang yang hilang karena terselip barang lainnya. Jika kamar saja belum beres, bagaimana mau membuat sesuatu yang lebih besar. Namun tunggu, apakah harus menunggu rapi dulu baru boleh mengatakan pembenaran, contohnya soal kebijakan UKT itu? Saya berpikir, untuk mengajukan gu...

CCTV Bohongan

  CCTV Bohongan RW 18 Perumahan Sawit Raya Semesta mengalami kejadian yang ganjil dan baru pertama kali dirasakan. Sebelumnya belum pernah terjadi kemalingan motor. Salah satu warga yang kehilangan motor bernama Pak Salim. Motor itu baru saja ia beli sebulan lalu dengan cara kredit. Motor Honda keluaran baru yang bahkan belum lama ia nikmati sudah keburu dicuri maling. Padahal Pak Salim membelinya dari uang gajinya selama lima tahun. Ia rela tidak menyisihkan uang bulanan untuk keperluan lain, hanya demi memiliki motor itu. Padahal perumahan itu banyak CCTV dan poster-poster untuk menakut-nakuti maling. Hal itulah yang terus menjadi pertanyaan di benak Pak Salim. Ia pun berniat melaporkan kejadian ini kepada Pak RW, barangkali bisa membantu melihat siapa yang telah mencuri motornya. Dengan tergesa-gesa, Pak Salim pergi ke rumah Pak RW. Dengan penuh panik dan menahan air mata, ia mengetuk pintu. “Assalamualaikum, Pak RW,” katanya. Namun tidak ada jawaban. Ia mengulanginya be...

Di Serang, di Tirtayasa

  Pagi hari yang buta ini, saya ingin bernostalgia di saat saya mengalami kegagalan perkuliahan di Bandung, di Padjadjaran. Kampus ternama di Indonesia. Saat itu saya mengambil ilmu sejarah dalam SNBP, yang kemudian musna karena kalah oleh perjudian takdir. Kini bernostalgia dengan Bandung lewat lagu Disarankan di Bandung karya Dongker dan Jason Ranti, yang dirilis pada tahun 2025. Dengan meminjam liriknya, “di Bandung, di Ganesha”, setiap kali mendengar lirik itu badan saya merinding ketika mendengar istilah Ganesha. Ia memang mempunyai sejarah yang panjang dalam Hindu-Buddha. Ganesha digambarkan berkepala gajah yang melambangkan ilmu pengetahuan, memiliki energi yang luar biasa hingga seolah menularkan semangatnya kepada para mahasiswanya. Hal itu saya pernah rasakan ketika expo kampus di SMA, saat bertemu adik dan kakak kelas saya yang masuk Institut Teknologi Bandung. Mereka memiliki aura yang kuat, dan lagi, anak-anak ITB itu memang mempunyai ambisi yang luar biasa. Bisa dilih...