Overthinking sudah menjadi kawan saya dalam kehidupan saya. Banyak kenangan menemani saya menjadi manusia yang sering kali berpesta meriah di dalam benak saya. Pesta ini sering kali para pesertanya meminum alkohol sambil mendengarkan musik rock dengan gerakan rusuh. Pada akhirnya pesta itu tidak terkendali, malah diri saya yang semakin cemas saking banyaknya yang mabuk, para sel-sel di dalam kepala saya. Jadi ketika mabuk sel-sel itu, saya jadi tidak bisa memikirkan kejernihan dalam berpikir. Saya malah berhalusinasi seakan-akan semua akan hancur, semua yang saya lakukan itu sia-sia. Begitulah mengapa saya sayang dengan overthinking, karena saya tidak mau dia mengadakan pesta itu dengan sembarang. Butuh perhatian penuh agar tidak terjadi titik jenuh dalam diri overthinking. Lelah juga saya menggambarkan overthinking ini. Mulai dari majas personifikasi seolah-olah mabuk yang tidak bisa dikendalikan, entah dia minum bir atau anggur merah yang sering kali diminum mahasiswa s...
Menulis sepanjang Hayat